kembali ke rumah
menyambangi pinus yang tersenyum
dimana suara kambing berlompatan
seperti tanya jawab
terdengar sayup nyanyi dedaunan
dari balik bukit
menyambut desis udara
yang bercinta dengan batu
sementara anakanak berlarian
memainkan benang layang-layang
di sebuah tanah lapang
tempat bermain sepakbola sore hari
Ah... tak ada cinta yang lahir
karena kekerasan
kedamaian dan nyaman
sejatinya
Gunung Kelir, Purworejo, November 2009
"Seperti teratai, lihatlah teratai patah tubuhku. Kolam hitam
lumpur dunia diombakkan waktu bergesekan batu-batu cinta purbaku membentukmu"
- Nanoq Da Kansas
"Di negeriku lelaki tak patut menitikkan air mata, aku pun pergi ke negeri puisi, di mana kegembiraan dan kesedihan keraguan dan cinta tak ditampik atau menampik "
- Toto St Radik
"Siapa tak jatuh cinta pada malam?" tanyamu;
"Aku," jawabku. Sebab aku Matahari. "
- Eka Budianta
"Kutulis surat ini, kala hujan gerimis bagai bunyi tambur yang gaib, dan angin mendesah, mengeluh dan mendesah. "
- Rendra
lumpur dunia diombakkan waktu bergesekan batu-batu cinta purbaku membentukmu"
- Nanoq Da Kansas
"Di negeriku lelaki tak patut menitikkan air mata, aku pun pergi ke negeri puisi, di mana kegembiraan dan kesedihan keraguan dan cinta tak ditampik atau menampik "
- Toto St Radik
"Siapa tak jatuh cinta pada malam?" tanyamu;
"Aku," jawabku. Sebab aku Matahari. "
- Eka Budianta
"Kutulis surat ini, kala hujan gerimis bagai bunyi tambur yang gaib, dan angin mendesah, mengeluh dan mendesah. "
- Rendra
Sunday, November 8, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






4 comments:
Mampir ke sini dulu, sebelum pulang ke rumah...
Silahkan Pak Mar.. Terima kasih Banyak.
berkunjung ke rumah blog-mu mas kika... berkunjung ke blog ilmair juga di birthday-na yupz jika berkenan...
bikin aku pingin pulang kampung...
Post a Comment