Duduk,
diam,
tertawa,
begitu dalam keseharian.
Mengancam,
meminta,
menengadahkan tangan,
begitu dalam pekerjaan.
Seragam,
gagah,
terhormat keadaan,
begitu melupakan kemaluan.
Media,
publik,
menyebar berita,
begitu cara mengancam keseharian.
Untuk Para Jurnalis Pengerat.
Sunday, January 4, 2009
Pengerat
Tags :
Sosial
Related : Pengerat
Terlalu indahSaat cakrawala itu menyentuh bumi, hanya sayatan akan kenangan yang mulai terlihat pudar, bukan benderang tentang hiruk pikuk dalam sepi, semua ini kusam, tak berbentuk, ...
Temaram mimpidia tak memiliki mimpi hanya berselimut luka dan putus asa tinggal dalam keraguan sinarnya telah padam terhembus kerasnya hidup dan tergilas garangnya ibukota hanya lan ...
Taman BacaDi lereng semeru berteman Ranu Kumboloanak-anak bercanda riangpara ibu menyiapkan makansemua sibuk menyambut,Petinggi desa kelabakansecepatnya menyuguhkan hidangantidak ...
PalestinaPalestina..menangis, menjerit, sakitberlari menghindar roketberjaga satu-satunya nyawadi perlindungan yang runtuhPalestina..Tuhan menuliskan riwayatmuKamu tiada menanyak ...
Jakarta JakartaJakarta Jakarta engkau disebut kota Dimana uang jadi senjata diantara dinding bermata belukar modernnya tata kota. Kursi empuk penguasa. 2010 ...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
SORRY FRIEND, yOur link is in mine now! HAPPY NEW YEAR!
ReplyDeleteKa, kok sepertinya puisi yang satu ini agak sinis thd pelakunya. (Harina)
ReplyDeletehttp://collectionofemails.blogspot.com/
ReplyDeleteVisiting u back
http://collectionofemails.blogspot.com/