Detak detik jantungku berhias,
hati tiada mau memangkas,
sembari otak bersulam,
aku menggenggam pasir,
Burung-burung kecil,
nyanyikan tetabuhannya,
aku tertumpah masa lalu,
laksana pijakan tanpa sakit,
Pijaran tawa bahagia langit,
tiada sadar meneteskan air mata,
mengguyur penuh kedamaian,
mengingatkan,
Aku semat tubuh di pusara air,
melebur ke dalam pasir,
dimana setiap jiwa luka akan kembali,
akan ku bagi cerita dan temani..
Wednesday, February 25, 2009
Biru
Tags :
Renungan
Related : Biru
Kupu-kupu IVKupu-kupu terbang lepas pergi sebelum aku sadari tak lama kemudian ada air menetes di kaki goresan warna sayapnya gemerlap terkena cahaya didahiku.. Segera langkah ini ...
Mentik IItetaplah tersenyum disitu diatas sebuah batu sebarkan pandangan lihatlah keindahan bukit ini disini begitu banyak keluhan dari satu dua orang datang bahkan puluhan hing ...
IbuOh Ibu, aku tersesat dalam mimpi. Di ruang tamu teman, aku temukan dongeng masa laluku tergeletak di bawah meja. Jalan serasa makin sulit aku temukan. Duhai Ibu, ternyat ...
kembali ke rumahkembali ke rumah menyambangi pinus yang tersenyum dimana suara kambing berlompatan seperti tanya jawab terdengar sayup nyanyi dedaunan dari balik bukit menyambut desis ...
alam tubuhCoba kau lihat ke dalam tubuhmusisir sedikit demi sedikit dengan pisau itusibak daging yang kau gores pelan lihatlah ke dalam...Tak perlu lagi di intipsudah sangat waktu ...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Aku tak tau apa yg harus ku katakan..
ReplyDeleteAku tak tau apa yg harus ku tuliskan..
Apalagi bila harus mengingat masa lalu itu..
Apalagi bila harus mengenang kembali tentangmu..
Aku tersudut di dalam sunyinya hatiku..
Aku terdiam di tengahnya keramaian dunia..
Aku mengeja, berusaha membaca isi hatiku..
Apakah masih ada luka, bekas secoret nama itu..
Pagi mas, gmn kabarnya..
Diam membisu dalam dingin
ReplyDeleteMenatap langit tak lagi putih
Awan kelabu bertiup angin
Dinginku kini menjadi biru...
*nganterin croissant buat Mas Kika...:)*
Biru..
ReplyDeleteterakhirnya mengenang kisah lama yang membuat luka, tapi kok sebelumnya ada kedamaian.., tapi kok ada tetes air mata..jadi seperti menyelesaikan teka teki silang..
wahh aku gak pandai merangkai kata2 yang indah....ajarin dong
ReplyDeletePuisi aku tak sepandai mas dalam hal kata-kata
ReplyDeletetidak disangka , ternyata anda jago juga yak puisi ... salut deh
ReplyDeleteLaut yang biru menghampar disana
ReplyDeletemembuat hati ini terpesona
tiada daya dan upaya
selain pertolongan Dari-Nya
Sukses selalu ya...
Lagi-lagi teringat pada suatu masa yang sangat mengesankan.
ReplyDeleteRindu pada suasana yang tak mungkin terulang kembali.
Manusiawi kok.
Tapi jangan terlarut.
Simpan dalam catatan yg terindah.
Sukses ya Ka. (Harina)
tergolek lesu kupandang langit memerah
ReplyDeletepijar pijar masa lalu menyala senantiasa.
bilur bilurnya luka masih berdarah
hingga kuhanya mampu memandang gemulainya
lama jugan gga berknjung..
ReplyDeletemakn mantap nih puisinya...
Met malam
waduh... komennya gak pake puisi gak bisa bikin puisi yang bagus hiks...
ReplyDeletehmmm.., puisi nya bagus deh...
ReplyDeleteaku bagai buih di lautan
ReplyDeletetersapu ombak
terhempas badai
kau berbagi cerita..
ReplyDeleteku rasa tak ada yang beda..
namun cerita memiliki rasa..
rasa yang kau jamah dan tak tersadar kau teteskan air mata..
thx sudah mampir ke blog saya :)
kok ketemu ma buku tamunya yack?apa netku yg lelet?
ReplyDeleteEhhhmm.., bolehkah aku sering2 mampir baca puisi2 di blog mu..??
ReplyDeleteNice Poems...!!
@Rampadan,
ReplyDeletesenang sekali dirimu masih sempat berkunjung disini.
@Umi,
aku berharap ada email yang bisa mencetak makanan siap makan.
@Mama Hilda,
memang aku sendiri susah menjawabnya.
@Nia,
mari belajar bersama.
@Sholeh,
Dirimu sangatlah pandai, aku hanya picisan.
@Ocim,
Dimana-mana aku ketemu dirimu, senang rasanya.
@DB,
Salam yah buat situ..
@Kak Rina,
Terima kasih selalu mengunjungiku.
@Gadis Rantau,
sungguh kehormatan bagiku atas kedatanganmu disini.
@Ifoell
Apa kabar my friend?
@Kepingan hati,
mari kita berkarya bersama-sama.
@Lyla,
Pake tangan juga gpp.
@aia,
terima kasih juga.
aku mampir dulu yah..tapi belom bisa koment nih...
ReplyDeleteharus konsentrasi..nanti balik lagi yahh
ngronda mas dexter..met malam..inet saya lagi error ini, beberapa hari libur ngenet
ReplyDeleteberkunjung lagi ahhh...blm ada puisi yang baru yaaa
ReplyDeletenyanyian burung-burung kecil
ReplyDeletehanyutkan rasa
rapatkan jiwaku yg luka
masa laluku
hiks koq jadinya sedih yah:(
simbokkk!!!
mau tanya kabar aja heheh... blm updet jg ya.. jd bingung mau komen apaan hehhee
ReplyDeleteHi friend.. Interesting post.. Nice blog work.. keep it up.. will drop by your site often.. Do find time to visit my blog and post your comments.. Have a great day.. Cheers!!!
ReplyDeletebiru is so blue..
ReplyDeletelangit is so sky..
laut is so sea..
and you is so nice..
:-)
,wow...puisinya bagus nih,,,,
ReplyDelete,aku tapi gak bisa ngartiin
AKU MUNGKIN
ReplyDeleteaku tidak bermimpi kan... jika matahri ini akan terus bercahaya hingga sore kelak...demikian itulah kamu wahai sahabat-sahabatku.. dalam perjalanan menuuju rimba sastra..
ReplyDeletekarena hidup adalah emosi
ReplyDeletekarena hidup adalah warna
karena hidup adalah perdamaian dan pertikaian
karena hidupku dekat hidupmu
karena hidup kita berdampingan
meski engkau di utara aku di selatan
....
pokoke hidup we lah...
hidup dexter....
kabar saya baik, tapi lumayan lama gak duduk manis depan layar..