Kita adalah Air, Rumah kita Air Terjun.

Tuesday, January 27, 2009

Istana Gugur

Di istana itu terbentuk megah,
ribuan jiwa di dalam,
namun indah di pandang,
Menyesal aku pergi meninggalkan,
padahal semua demi kamu,

Percakapan demi percakapan,
sudah terlewati dengan bekas,
waktu itu kamu ingin aku tahu,
"siapa raja di istana itu",
ya, aku memang belum tahu,

Kembali disini, di dekat istana,
pertanyaan dan inginmu masih sama,
"aku belum mau tahu apa itu"
begitulah elakku,
sembari aku ambil minumanku

Cawan penyuguh anggur telah mengering,
kita berdua mabuk berteriak,
"kenapa istana itu begitu indah?",
dengan semilir angin mengiringi jawab,
aku melayang tak peduli,

Ayunan bertali emas meliuk sendiri,
aku gemetar melihatnya,
dan mimpi sudah membawamu lelap,
segera aku berlari, berlari dan berlari,
"apa sebenarnya istana itu?",

Entitas daun berguguran melambai,
mengajakku berteduh,
sejenak damai aku selami, tenang,
tiba-tiba aku lihat kamu duduk di kursi berlian,
"apakah aku di istana itu?".

Senyum terindah yang pernah aku lihat,
mengembang di bibirmu,
mengajakku duduk berdua di sampingmu,
"apakah kita ini raja dan ratu?",
kamu hanya tersenyum,

Gelegar tarian dan nyanyian menyambut,
mulailah kita selami setapak demi setapak,
selusuri dinding selangkah demi selangkah,
menjejaki isi istana yang harum ini,
kamu manja di pundakku,

Berjalan mengarah taman samping Istana,
kamu tersenyum lihat ayunan bertali emas yang tadi bergoyang,
aku jinjing gaun sutramu,
kita pun sampai di pohon teduh,
dan aku lihat diriku tidur dibawahnya.


Depok 2009.


Buat surga yang menanti manusia beriman.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Istana Gugur

20 comments:

  1. istana terindahku..
    ada dihati yang penuh kasih
    ada di mata bocah-bocah tak berdosa
    ada di uluran tangan yg penuh cinta
    ada di kedamaian keindahan alam
    ada di belaian lembut Tuhanku

    disana aku kembali
    jika hati tak lagi riuh
    jika mata tak lagi peka
    jika jemari dingin bersedekap
    jika kaki melangkah gontai
    jika airmata terburai sunyi

    kukirim rindu ini istanamu

    ReplyDelete
  2. wah poemsnya kang dexter nih kerenz abiezz....kang cik atuh pangajar keun ka abi kumaha carana....hese pisan urang bade ngajieunan poems teh kang

    ReplyDelete
  3. Halah kang Harry, ulah gitu atuh kang, abdi teh masih belajar. Sok atuh kang belajar bareng, sanes ngajar keun.. Nuhun kang.

    ReplyDelete
  4. wah, ini artinya dalam ya..
    siapakah raja dan ratu itu?
    bukankah kamu sudah pernah jadi raja sehari?
    bahkan sudah ada si kecil yg lucu.
    mengapa masih berharap menjadi raja di istana mimpi?

    tapi mungkin kamu ingin mengulangi lagi
    bagaimana rasanya menjadi raja sehari dgn seorang ratu cantik di sisimu.

    ReplyDelete
  5. siapa to raja di istana itu, jadi penasaran, bole ngintip gak yah, dikiiittt ajah hehehe

    ReplyDelete
  6. istana itu memang indah
    istana itu memang megah
    ada hati, cinta dan kasih sayang didalamnya
    ada belaian dan janji setia

    hmm
    The dexter..
    sebuah puisi yang indah..
    maaf..aku tidak pandai meneruskan kata..dan kamu tau itu..
    yang pasti puisi yang menyentuh sekali..

    ReplyDelete
  7. hii friend..my smile for you..nice blog..nice to meet you again..smile..smile..smile..smile.. :D :D :D :D

    ReplyDelete
  8. Terima kasih atas komentar2nya...tersanjung saya, semoga menjadi pemacu semangat saya. salam

    ReplyDelete
  9. sudah lama ga baca puisi, ternyata isinya mantap abis :)

    ReplyDelete
  10. :)

    coba ketuk sebuah tempat di dalam...
    sering tersamar bahkan terbutakan,
    tertenggelam dalam riuh rendah peradaban

    coba ketuk sebuah tempat di dalam...
    yang tak punya kunci karena telah menunggumu sejak semula,
    yang ada di sana namun lelah pula kau carikannya

    tak terisi permata, memang,
    atau cemerlang emas di tahta
    hanya wadah sederhana,
    berupa damai jiwa...

    ReplyDelete
  11. dexter, sok atuh Bunda minta diajarkeun kumaha ngadamel puisi
    tiasa mung ngahariring sareng ngawih

    ReplyDelete
  12. yah klo mo bikin istana tinggal hubungi saya hehehee... trims sudah mengunjungi blog saya di http://salman-arsitek.blogspot.com/

    ReplyDelete
  13. puisinya sarat makna euy! moga pembuatan buku antalogi puisinya sesuai rencana yaa..SEMANGAT!!

    ReplyDelete
  14. Rindu "rumah" secara hakiki?
    Semoga selalu dilindungi Allah swt.
    Salam dr jauh. (Harina)

    ReplyDelete
  15. Bagus pusinya!
    teruskan semangatmu nak!

    ReplyDelete

Aku hanya manusia biasa, beri kata-kata bukan jura..