"Seperti teratai, lihatlah teratai patah tubuhku. Kolam hitam
lumpur dunia diombakkan waktu bergesekan batu-batu cinta purbaku membentukmu
"
- Nanoq Da Kansas

"Di negeriku lelaki tak patut menitikkan air mata, aku pun pergi ke negeri puisi, di mana kegembiraan dan kesedihan keraguan dan cinta tak ditampik atau menampik "
- Toto St Radik

"Siapa tak jatuh cinta pada malam?" tanyamu;
"Aku," jawabku. Sebab aku Matahari. "
- Eka Budianta

"Kutulis surat ini, kala hujan gerimis bagai bunyi tambur yang gaib, dan angin mendesah, mengeluh dan mendesah. "
- Rendra

Search Engine

Thursday, December 4, 2008

Tunjukkan pada dunia

Disini, di dunia manusia aku lukis cinta,
"harus ada pembuktian untuk itu", selalu itu jawabannya,
haruskah?

Disana, aku coba mendekat untuk bertanya,
"harus ada balasan untuk itu", selalu kudapat jawabannya,
haruskah?

Masih bingung aku coba membuka buku-buku,
"Kenali dengan meraba dan rasa", begitu tertulis,
Kenali?

Perputaran kedudukan, keringanan melihat,
sering menemuiku, membenturkan aku ke papan tulis tebal,
"Bagaimana aku temukan jawaban bila begini",

Terlalu mudah bagi dunia ini menunjuk,
Mudah juga mereka menidurkan jejak kaki entah berantahnya,
"Tidak semua harus berbalas bukan?", itu batinku,

"Aku berdiri untuk menunjukkan tarianku",
Aku ingin dunia tersenyum dan tertawa melihatku,
meski kakiku patah membawakannya.

4 comments:

Rara' Bulawan said...

hmmm puisi yang bagus,bahasanya sangat bagus...
keknya bagus neh belajar puisi ma anda neh...
tapi gratis ya...
wkwkwkwkwkw

salam kenal...
mampir ke bloggku ya....
trima kasih

flowerblossom said...

Cinta tanpa berbalas????
Cinta sejati diberikan tanpa mengharapkan balasan hanya berharap orang yang dicinta akan selalu bisa tersenyum bahagia.... dan kelapangan hati menerima tanpa syarat.... karena inilah cinta .....

Dillah Edutech said...

seppppp...
puisinya...
ok deh,...

Ardhianto Adhi Nugroho said...

tambah lagi tuch puisinya om!

yang banyakan lagi...