Kita adalah Air, Rumah kita Air Terjun.

Sunday, October 12, 2008

PULANG

mungkin, sudah
saatnya kita kembali kerumah masing-masing
untuk memahami
jiwa yang tak pernah kita temukan sebelumnya
memahami tangis
dan gelisah ibu, memahami bahasa diam ayah
juga senda gurau
adik dan keponakan kita

ternyata hidup bukanlah pertunjukan semalam suntuk diatas
penggung atau pentas keliling kota,
lintas pulau atau keliling dunia

sudah saatnya kita kembali untuk memebenahi kamar yang lama
kita tinggalkan, membenahi foto-foto kertas-kertas usang dan cermin
yang tak henti-hentinya berkata “keparat, kau sakit jiwa!”
perlu sedikit waktu untuk merenungkan perjalanan kita kemarin
merenungkan setiap peristiwa, percakapan, dan tindakan-tindakan
yang kadang tak
masuk akal.

dan dirumah masing-masinglah kita akan mendapatkan kesejukan
juga makna dari sebuah pengembaraan, seperti jiwa-jiwa menuju keabadian
ayolah kawan, kembalilah ke rumah masing-masing agar kita sadari
betapa besar arti sebuah kehangatan berkeluarga, ambilah secerik kertas
dan tulislah puisi sebanyak mungkin sambil menghargai bahasa dan
kesunyian yang memang tak lazim
mungkin, suatu saat nanti akan kita ledakan bom waktu itu besama-sama

Karawang 2008
Faisal Muchtar Al Khaufi

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : PULANG

0 comments:

Post a Comment

Aku hanya manusia biasa, beri kata-kata bukan jura..