Friday, May 1, 2009

Sudahlah...bunuh saja...

Aku pergi menuju jalan ramai untuk menenangkan suasana hati
mendatangi gerah yang tidak mau mengalah untuk terus ada
terus berjalan mengitari bising yang menyaingi pikiran

Aku pergi menuju tempat indah untuk menyambut pasti
menyapa lilin sebelum benar-benar pudar dan mati
duduk melihat kejujuran semakin dekat dengan sekarat

Sudahlah...
aku bunuh saja
aku bunuh perasan ini

Aku pergi menyiapkan parang demi menyenangkan nafsu hati
meluluri kulit dengan selimut darah hangat seperti memotong padi
menyauh hari dikemudian mati seperti Kuda diajak menari

Mungkinkah...
yaa mungkin saja
mungkin berinkarnasi nanti..

Untuk Ruh yang setia menemani Tubuhku.
Untuk Ruh yang cinta mati pada Tubuhku.

Depok, 2009