Saturday, November 29, 2008

Raden Bagus Kecil Suryo

Raden Bagus merengek meminta manisan ke pohon di sekitarnya,
sembari mengadukan temannya merusak kesucian peninggalan nenek moyang,
Bahkan berani mencerca saat ada sentilan mengusik telinga besarnya,
namun tetangga masih harus termangu membuka apa sebenarnya terjadi?

Adakah raden bagus ingin mempercepat kalender tahunannya,
ataukah memang dia benar-benar bangun melihat semangatnya terganggu?
Sudah beberapa lama dia memunculkan diri dan membuat diri terkenal,
dengan akhiran yang hanya berputar A sampai Z kemudian menguap,

Padahal belum pernah terdengar Raden Bagus memberi manisan,
Keberpihakkannya lebih banyak berdasar selebritas feminim kamera,
Tak juga terdengar suaranya saat anak-anaknya kelaparan untuk belajar,
Dimana Yu jiyem hanya menyediakan kursi bagi anak tetangga dan saudara,

Raden Bagus banyak mendapat citra entah berantah tiap langkahnya,
Mungkin karena Raden Bagus merasa sebagai orang bagus,
atau mungkin karena kaca di kamarnya sudah pecah berantakan,
atau mungkin kekurangan kata selamat dalam lika likunya.

Hidup mencarimu

Hidup melewati waktu-waktu panjang dalam sejarahnya,
Hidup juga melewati batas tak terbatas kicauan kenari,
Hidup serta merta juga membuka dan menutup sebuah nafas,
dan hidup banyak mengusap jemari rasa sebuah jiwa

Hidup tidak mengajarkan untuk mengetahui surga,
Hidup melupakan semua kejaran harta benda bernyawa,
Hidup mengajarkan bagaimana kejam dan berlembut hati,
dan hidup memulai hidupnya sendiri dengan ketidaktahuan

Semua mengenal hidup dengan tidak kesengajaan,
Ketidaktahuan lahir namun keharusan menjadi besar,
Pencipta memberi jalan bagi pengukir untuk berkarya,
Menanam buah cinta diantara pahala atau juga dosa

Keharusan memilih mungkin membawa hidup lebih berwarna,
tiada peduli tanpa peredam hidup seringkali meledak,
Hidup meniscayakan malu ketika terdorong bunga,
dan aku belum beranjak menemani hidupku berkelana.

Untuk Kakakku Diana Schell.
Where Are You..