Disini, hidup adalah jengkal tanah,
mengukur dan menimbangnya tidak akan menjadikan kita tahu,
perjalanan akan menunjukkannya dimana tempat terbaik.
Sedikit menoleh adalah pasti,
dimana manusia terentahkan karena ketidaktahuan akannya,
dan kaki-kaki pikiran semaunya menyebar duri-duri hati.
Dunia akan datang menjemput,
akan menghampiri dengan sendiri, lebarkan tikar untuk menyambut
hingga anak-anak mampu bermain diatasnya.
Seperti kita menyunggingkan senyum dipagi hari...
semua akan terlewati dengan mudah saat siang itu menjelang
ajarkan hati dan pikir bernafas beriring
Pintu itu tercipta untuk keluar ataupun masuk...
mungkin angin tidak akan membiarkan kita memilih
namun matahari sore siap memberikan istananya...
Mencari dan menimba menjadi takdir manusia,
mencintai dan mencintai adalah ijin dari semua langkah di dunia ini...
dicintai tidak menjadikan wujud apapun.
Dan aku akan terus membaca,
bila tidak mampu menulisnya,
hingga dunia tiba.
Depok, November 2008